Lifestyle » Trend and Fashion » 4 Kunci Kemenangan Nadine di Miss Universe
Selasa, 23 Agustus 2011 - 15:32 wib
Fitri Yulianti - Okezone

Nadine Alexandra (Foto: Dede/okezone)
BANYAK kontes kecantikan digelar yang bagi sebagian orang masih dipandang sebelah mata. Bagi Soraya Haque, Miss Universe bisa menjadi ajang promosi Indonesia, asalkan Nadine Alexandra punya empat kunci kemenangan.
Menurut peragawati senior Soraya Haque, sosok finalis Miss Universe bisa menjadi representasi budaya setiap negara yang mereka wakili. Itu mengapa pembekalan yang cukup akan menjadi jalan mulus Nadine berlaga di Sao Paulo, Brasil.
Adik politikus Marisa Haque ini menjelaskan, setidaknya ada empat faktor kemenangan dimaksud. Pertama, wawasan kebangsaan. Kedua, wawasan politik. Ketiga, wawasan kebudayaan. Dan keempat, kecerdasan personal.
"Dia harus punya pengetahuan penuh mengenai Indonesia, memahami politik negara ini, membawahi kebudayaan secara merata, dan mampu membawa diri secara personal karena dia akan menjadi sosok yang didengar," katanya kepada okezone usai final Lomba Rancang Busana Indonesia (LRBM) 2011 di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (22/8/2011) malam.
Menurutnya, wakil Indonesia harus memenuhi syarat tersebut agar tidak memalukan negara di kancah internasional. Kemampuan komunikasi meliputi verbal dan nonverbal.
"Kalau bisa, bahasa Inggris-nya fasih atau kalau mau pakai bahasa Indonesia, ya harus fasih. Kalau salah satu kriteria tersebut tidak terpenuhi, misal bahasa Inggris tidak bagus, pakai saja bahasa Indonesia yang benar, daripada dia masuk ke suatu ajang internasional, tapi tidak 'rapi'," imbuh pemilik Soraya Haque Modelling School ini.
Namun Aya, panggilannya, menyayangkan para alumni berbagai kontes kecantikan hanya dijadikan komoditi yang suaranya kurang didengar dan kurang diberdayakan. Semestinya, mereka diajak untuk merasakan "kenyataan".
"Ajang putri-putrian hanya menyentuh lapisan kulit tertentu, harusnya masuk ke lapisan paling dasar. Mereka dipandang berada di dunia impian yang glamor, tapi kenyataannya kita hidup di negara yang tidak seperti itu. Sesuatu yang sifatnya impian dan kenyataan harusnya berimbang," tukas wanita 46 tahun ini.
(ftr)
0 comments:
Post a Comment