Kerja shift perkecil risiko pada kehamilan

iklan
ANTARA News - Nasional - Kesehatan
ANTARA News - Nasional - Kesehatan
Kerja shift perkecil risiko pada kehamilan
Aug 22nd 2011, 08:48

New York (ANTARA News/Reuters) - Sejumlah studi selama ini mengatakan bahwa kerja shift malam bisa menaikkan risiko kelahiran bayi secara prematur atau berat bayi yang terlalu ringan, namun satu studi terbaru menyebutkan risiko itu kecil kemungkinan terjadi.

Berdasarkan 23 penelitian atas ribuan perempuan, para peneliti pimpinan Matteo Bonzini dari Universitas Insubria di Italia menyimpulkan bahwa kerja shift  tak memiliki kaitan dengan risiko bayi prematur.

Para perempuan yang bekerja malam atau bekerja shift memang mungkin mendapatkan bayi yang berat badannya lebih ringan, namun bukti-bukti yang didapatkan dari penelitian tak cukup kuat untuk membuat kesimpulan yang teguh, kata para peneliti seperti dilaporkan jurnal BJOG.

Dari sejumlah hasil penelitian yang dikumpulkan mengenai risiko bayi lahir prematur, memang pekerja yang bekerja shift lebih berisiko ketimbang pekerja non shift.

Namun setelah para peneliti menyaring sejumlah penelitian mereka menganggap kualias penelitian-penelitian itu rendah --karena mengabaikan faktor merokok dan pendapatan-- atau karena lebih menggantungkan diri pada  laporan sendiri para perempuan itu ketimbang catatan medisnya.

Tanpa penelitian-penelitian yang dianggap rendah kualitasnya itu,  kaitan antara kerja shift dan kelahiran bayi prematur menjadi hilang. (*)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment