Berikut kebiasaan yang kerap membuat Anda gagal berpacu dengan waktu.
KapanLagi.com -
Rencana: Ingin menonton DVD yang baru saja Anda beli
Kenyataan: Niat awal hanya ingin menonton satu episode serial Mad men yang DVD-nya sudah dibeli sejak minggu lalu. Tapi begitu satu episode selesai, Anda diburu rasa penasaran akan kelanjutan ceritanya dan ujungnya, beberapa jam kemudian (ya, beberapa jam kemudian) berakhir jadi DVD marathon.
Solusi: Sebenarnya tidak ada masalah dengan kebiasaan Anda untuk melepas kepenatan dengan cara menonton DVD. Siapapun layak untuk mencuri sedikit 'me time'! Tapi kalau cara tadi bikin Anda melalaikan deadline kerja yang menumpuk, Tim Ferris, time management guru dan penulis buku THE 4-HOUR WORKWEEK, menyarankan untuk membatasi kebiasaan menonton DVD Anda yang terbilang intens itu menjadi satu DVD per harinya. Terdengar seperti penyiksaan memang, but it works! Hanya dengan cara inilah Anda jadi bisa disiplin dengan waktu.
Rencana: Meeting bertemu dengan klien di pagi hari.
Kenyataan: Waktu Anda terbuang selama satu jam karena klien datang terlambat.
Solusi: Hitung berapa kali meeting Anda sukses tertunda karena klien datang terlambat, Blackberry berdering... Tak terhitung jumlahnya, kan? Jika dipikirkan, early meeting bukanlah ide yang bagus apabila Anda butuh tingkat keseriusan penuh dengan peserta. Kenapa? Karena pagi hari adalah saat yang paling berpotensi untik disela gangguan, apapun bentuknya. Adakan meeting pada jam yang mendekati lunch, ataupun mendekati waktu pulang kantor yang bisa dilanjutkan dengan dinner bersama.
Rencana: Membatasi waktu untuk browsing internet
Kenyataan: Kalau Anda betul-betul ahli mengatur waktu, mana mungkin tiba-tiba ada email masuk yang seakan berteriak, "Kamu telat deadline (lagi)!"
Solusi: Inilah alasan mengapa Anda berada hampir delapan jam di balik meja kerja, tapi hanya untuk 'menyamarkan' kesibukan dengan memasang wajah serius menghadap layar komputer. Kenyataannya? Anda sedang main internet! Jika kerap menemukan diri Anda berlama-lama di depan komputer hanya untuk memantau gerak-gerik si dia di situs jejaring sosial, maka Patrick Forsyth, penulis buku 100 GREAT TIME MANAGEMENT IDEAS, punya trik simpel: jangan pernah membuka situs yang tak ada hubungannya dengan pekerjaan!
Tapi meski divisi IT sudah block situs-situs tak penting tersebut, Cosmo tahu Anda akan tetap mencari celah untuk mencuri kesempatan. Itu sebabnya, situs www.rescuetime.com dibuat untuk orang seperti Anda. Secara otomatis, situs ini akan merekam berapa lama waktu yang dihabiskan saat membuka situs-situs yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Kalau Anda berada di situs tersebut lebih dari waktu yang ditentukan, maka dengan sendirinya ia akan menghentikan aktivitas Anda. Sign up, now!
Rencana: Stay focus
Kenyataan: Here comes another distraction. Tada!
Solusi: Inilah masalah yang paling sering melanda, paling tidak bisa ditolak, dan parahnya, paling sering Anda lakukan. Maka wajar saja kalau sampai sekarang Anda belum sukses menembus berat tubuh ideal yang diidam-idamkan, karena tak pernah berhasil menahan kelezatan sepotong beef bourguignon setiap kali membayangkannya. Ada satu hal yang mesti tertanam dalam diri: berkonsentrasi penuh agar tak mudah memalingkan perhatian, sehingga bisa fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Simple, right?
Rencana: Tak butuh waktu lama untuk dandan setiap harinya.
Kenyataan: Menghabiskan nyaris 45 menit di pagi hari untuk merias diri.
Solusi: Sekali Anda punya waktu luang dalam sehari, manfaatkan untuk memanjakan diri. Mulai dari agenda waxing, spa, manicure, semua ditaruh di satu hari! Kalau armpit waxing, manicure, sampai spa rutin Anda lakukan, itu berarti Anda berhasil menyisihkan waktu yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas tadi setiap harinya.
Rencana: Tak akan pernah lagi menunda sesuatu
Kenyataan: Tapi Anda selalu bilang "Sebentar, dua menit lagi saya selesaikan!"
Solusi: Ayo ucapkan kata-kata ini sebagai janji pada diri Anda mulai sekarang: jangan pernah menunda tugas yang dipercayakan kepada Anda! Mengapa? Itu karena Anda punya kans besar untuk menyepelekan sesuatu yang dianggap mudah dikerjakan. Entah itu untuk mengambil cucian di laundry, membeli kado ulang tahun untuk keponakan si dia, sampai untuk membalas BBM dan mengetik kata "Iya" buat si dia pun Anda tunda. Oh, dear! That's why, terapkan aturan simpel ini agar waktu Anda bisa berjalan lebih efektif tanpa meninggalkan sesuatu hal yang belum tuntas diselesaikan.
Rencana: Pulang kantor tepat waktu setiap harinya...
Kenyataan: Untuk ke sekian kalinya, Anda harus LEMBUR (lagi!)
Solusi: Ada benarnya apa kata penulis buku GETTING THINGS DONE, David Allen, yang bilang kalau alasan utama Anda belum bisa beranjak dari kantor hingga larut malam adalah karena Anda belum terbiasa (atau, tidak bisa) menyusun deadline untuk diri sendiri. Kalau Anda sadar bahwa dengan benar-benar mengikuti jam pulang kantor yang telah ditentukan oleh perusahaan, maka Anda pun akan terlatih untuk mengatur strategi sehari penuh untuk menyelesaikan pekerjaan. (Cosmo/wsw)
Source: Cosmopolitan Edisi Juli 2011, Halaman 199
Provided by:

0 comments:
Post a Comment