NAMA cheongsam berasal dari bahasa Kanton dari Provinsi Guangdong yang memiliki arti gaun panjang. Adapun versi maskulin cheongsam alias busana yang dikenakan para pria adalah changsan.
Di China sendiri, gaun tradisional para wanita Tionghoa tersebut lebih dikenal dengan nama qipao.
Busana bergaya oriental yang memiliki siluet pas badan tersebut memiliki sejarah panjang yang berasal dari tradisi bangsa Manchu, suku yang berdiam di wilayah utara China. Para wanita Manchu punya kebiasaan mengenakan busana terusan panjang yang mereka sebut qipao.
Ketika revolusi terjadi pada 1911 yang membawa Dinasti Qing yang dipimpin bangsa Manchu ke puncak kejayaan, qipao pun menjadi busana nasional yang dikenakan oleh seluruh wanita China.
Awalnya, qipao hanya digunakan wanita bangsawan dan terbuat dari kain sutra dengan hiasan sulaman dekoratif pada bagian kerah, lengan, dan ujung busana. Pada 1920, qipao atau yang kini sudah lebih dikenal dengan nama cheongsam menjadi populer di seantero China.
Masuknya budaya Barat ke China juga ikut mengubah gaya cheongsam, yang biasanya dibuat longgar, kini semakin erat memeluk tubuh, ujung lengannya menjadi semakin sempit, panjangnya pun semakin variatif.
Tidak lagi berukuran sebatas mata kaki, ada juga yang memotongnya sebatas betis atau malah sebatas lutut. Sepuluh tahun kemudian, cheongsam dianggap busana fashionable dan semakin banyak gaya baru diperkenalkan, ada yang membuatnya menjadi bentuk halter tanpa lengan, ada juga yang bermain dengan sulamannya.
Pada 1960-an, cheongsam menjadi busana standar kaum wanita China dan bahkan mulai memasuki dunia fashion bangsa Barat.
Para desainer Eropa dan Amerika mulai mengambil inspirasi dari cheongsam yang dianggap sebagai alternatif yang lebih membebaskan daripada siluet Lady Like yang pada waktu itu tengah menjadi tren.
Kini, cheongsam telah menjadi bagian yang terpisahkan dari fashion internasional dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak desainer kenamaan, termasuk Marc Jacobs yang membuat koleksi cheongsam untuk show Louis Vuitton pada musim semi dan musim panas 2011.
Begitu juga dengan John Galliano yang terinspirasi cheongsam untuk koleksi Christian Dior 1998. (nsa)
0 comments:
Post a Comment