Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran: Selamat Datang Calon Pejuang Bangsa (Bahasa)

iklan
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
Selamat Datang Calon Pejuang Bangsa (Bahasa)
Jul 18th 2012, 06:08

"Sejarah bangsa Indonesia dimulai oleh dokter yang menjadi pelopor pejuang bangsa, maka Fakultas Kedokteran Unpad (FK Unpad) berkeyakinan dengan sistem pendidikan dokter yang dikembangkan di sini, institusi ini akan mencetak pejuang-pejuang bangsa berikutnya"

Pernyataan tersebut dinyatakan oleh Dekan FK Unpad, Prof. Dr. med Tri Hanggono Achmad, dr., dalam acara silahturahmi orang tua,mahasiswa baru dan pimpinan Universitas serta Fakultas yang diselenggarakan di Jatinangor,  Selasa (17/7/12)

Dokter lulusan Unpad dipersiapkan untuk menunjang daya saing bangsa agar siap menghadapi berbagai tantangan global.  Mahasiswa dituntut memiliki kemampuan yang  dapat menopang upaya berperan serta dalam pergaulan internasional. Penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional akan menjadi salah satu prioritas bagi mahasiswa.  Fakultas Kedokteran Unpad memberlakukan batas minimal skor TOEFL  sebagai syarat mahasiswa baru dapat naik ke tingkat dua. Pemberlakuan ketentuan ini hanya ada di FK unpad, belum ada FK lain yang melakukan hal tersebut.

Secara akademis dan intelektual, kemampuan lulusan FK Unpad tidaklah diragukan lagi. Sebagai salah satu indikator, angka kelulusan Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) untuk mahasiswa FK Unpad angkatan 2006  mencapai 100% dengan nilai rata-rata jauh diatas nilai rata-rata nasional. Bagi institusi pendidikan kedokteran uji kompetensi menjadi salah satu indikator penting untuk menilai sejauh mana kinerjanya.

Namun pola pendidikan yang dikembangkan  di FK Unpad tidak hanya mengedepankan sisi akademik dan intelektual saja, tetapi juga sangat memperhatikan aspek pengembangan karakter, perilaku dan sikap. Sehingga Fk Unpad bertekad dapat menghasilkan dokter-dokter yang profesional  dan berakhlak luhur. Berbagai upaya dilakukan untuk memberikan stimulus agar mahasiswa dapat memahami dan meresapi masalah kesehatan yang muncul di masyarakat sekaligus memberikan kesempatan mengasah kepedulian dan empati mereka.

Kegiatan seperti "Rancabadak ke Rancabuaya" yang sudah dimulai sejak awal Juli 2012, adalah salah satu bukti nyata upaya tersebut. Rancabuaya yang berada di Jawa Barat Selatan memerlukan banyak perhatian terutama di bidang kesehatan. Mahasiswa dalam proses pendidikannya akan dikirim ke tempat tersebut. Diharapkan interaksi positif ini akan menimbulkan jiwa pejuang dan semangat pengabdian dalam diri mahasiswa.

Kendati Rancabuaya berada di daerah selatan Jawa Barat, mahasiswa tetap bisa  mengikuti perkembangan dan berinteraksi dengan pusat-pusat pendidikan. Fakultas Kedokteran Unpad melengkapinya dengan akses internet dan teleconference dari BUMI WALAGRI PADJADJARAN yang dibangun dan dikembangkan di sana.

Dalam kesempatan yang sama,  Rektor Unpad dalam sambutannya yang disiarkan serentak di enam belas fakultas di Unpad, menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa Unpad saat ini tidaklah mudah, dalam dua tahun terakhir ini Unpad menempati peringkat pertama secara nasional peminat jumlah peserta SNMPTN, tahun lalu jumlahnya sekitar 52.000, tahun ini meningkat menjadi 64 ribu-an. Begitu pula dengan jumlah pendaftar SMUP pada tahun ini meningkat menjadi 22 ribu orang.

Peningkatan jumlah peserta tersebut meningkatkan persaingan masuk Unpad dengan perbandingan 1:20 untuk jalur SMPTN dan 1:10 untuk jalur SMUP. Bahkan di tingkat program studi persaingan yang terjadi lebih ketat lagi, untuk Fakultas Kedokteran tingkat persaingan untuk jalur SMUP sampai 1:100.  Semakin ketatnya persaingan tentunya akan meningkatkan kualitas input mahasiswa baru.

Berkaitan dengan hal tersebut, Dekan FK Unpad menyatakan rasa syukur dan terimakasihnya kepada orang tua yang memberikan kepercayaan menitipkan putra-putrinya untuk menjalani proses pendidikan di FK Unpad. "Mahasiswa baru ini bagai mutiara bagi kami, apalagi dengan kualitas input yang sangat baik seperti ini," ujarnya.  Selain itu, atas nama bangsa ini Dekan juga berterima kasih karena orang tua yang telah secara ikhlas mewakafkan putra dan putrinya untuk menjadi dokter. Karena pilihan menjadi dokter merupakan pilihan profesi dengan pengabdian seumur hidup dan bangsa ini akan sangat beruntung akan memiliki pejuang-pejuang bangsa di masa datang.***

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment