Korban DBD di Jakarta Pusat Menurun

iklan
Pemkot Jakarta Pusat (Jakpus), berhasil menekan kasus demam berdarah dengue (DBD), meski curah hujan sepanjang 2010, terbilang tinggi.

"Dalam seminggu terakhir ini hanya ada dua kasus. Total kasus sepanjang September 2010 hanya 131," kata Kepala Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Jakpus, dr Angliana Dianawati.

Ini menandakan, walaupun cuaca tidak mendukung, Sudin Kesmas Jakpus tetap dapat menekan lonjakan kasus DBD, dan keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari partisipasi warga.

Menurut Angliana, keberhasilan itu juga terlihat jumlah kasus DBD di Jakpus sepanjang 2010 ini hanya mencapai 1.565 orang, dan tidak ada yang meninggal dunia.

"Dibanding dengan kasus yang terjadi pada 2009, yang mencapai 3.000 lebih, angka ini masih dalam katagori rendah, dan tak mencapai kondisi luar biasa (KLB) atau mengkhawatirkan," tegas dr Angliana.

Sesuai catatan Sudinkesmas, dari jumlah keseluruhan kasus sejak Januari hingga 20 September 2010, angka kasus tertinggi terjadi di wilayah Kecamatan Kemayoran mencapai 461 penderita.

Menyusul Kecamatan Johar Baru dengan jumlah penderita mencapai 230 kasus. Sementara Kecamatan Senen menduduki posisi ketiga dengan angka 181 penderita.

Sedangkan wilayah kelurahan yang termasuk daftar merah untuk September 2010 ini, kata Angliana, relatif kecil yaitu ada di tiga kelurahan, Cempaka Putih Timur, Cempaka Putih Barat, dan Rawasari, semunya di Kecamatan Cempaka Putih.Pada tahun 2009, kelurahan yang masuk zona merah mencapai 10 kelurahan.(*/Re)

Sumber: http://berita8.com/

0 comments:

Post a Comment