Pagi Hari, Paling Rentan Serangan Jantung

iklan
VIVAnews - KOSMO
VIVAnews - KOSMO
Pagi Hari, Paling Rentan Serangan Jantung
Nov 19th 2011, 00:02

Sabtu, 19 November 2011, 07:02 WIB

Mutia Nugraheni

VIVAnews - Serangan jantung bisa menimbulkan kelumpuhan otak atau stroke, hingga kematian mendadak. Hal ini perlu diwaspadai karena gangguan jantung bisa dialami siapapun, bukan hanya pria tetapi juga wanita, pada segala usia.

Dari beberapa penelitian, serangan jantung diketahui cenderung terjadi pada waktu-waktu tertentu. Ketahui kapan waktu-waktu tersebut, agar Anda lebih waspada dan antisipatif. Terutama, jika Anda atau orang terkasih memiliki riwayat penyakit jantung.

1. Pagi hari

Perkiraan tim peneliti dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, risiko serangan jantung meningkat sebesar 40 persen pada pagi hari. Dilansir dari health.com, pemicunya karena, ketika Anda terbangun, tubuh mengeluarkan adrenalin dan hormon stres lainnya. Tekanan darah dan kebutuhan oksigen meningkat.

Darah juga jadi lebih kental dan lebih sulit untuk dipompa. Hal ini membuat jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko serangan jantung. Fakta lainnya adalah serang jantung cenderung terjadi pada Senin pagi.

2. Setelah makan
Waspada juga setelah makan, ini juga waktu rentan terjadi serangan jantung. Terutama, jika Anda mengonsumsi makanan berlemak dan karbohidrat tinggi. Penelitian menunjukkan konsumsi keduanya bisa menyempitkan pembuluh darah. Ini membuat darah lebih rentan menggumpal dan memicu serangan jantung.

3. Buang air besar
Saat buang air besar, Anda juga bisa berisiko mengalami serangan jantung. Itu karena mengejan akan meningkatkan tekanan di dada, memperlambat kembalinya darah ke jantung. Agar proses mengejan tak terlalu sulit perbanyak konsumsi sayuran dan buah demi memenuhi kebutuhan serat.

4. Olahraga
Ini berlaku setelah seseorang berolahraga keras, padahal tidak terbiasa berolahraga. Serangan jantung bisa terjadi saat seseorang tidak terbiasa dengan olahraga dan kadar hormon stres meningkat. Hal ini menyebabkan tekanan darah dan detak jantung lebih dari biasanya, dan memicu serangan jantung.

• VIVAnews

Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Kirim Komentar

Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
' ); $.ajax({ type: "POST", url: "/comment/load/", data: "valIndex=" + a + "&articleId=" + b + "&defaultValue=" + c, success: function(msg){ $("#loadkomen").html(msg); //$(".balasan").hide(); } }) }

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment