Jika Harus Mengajak Anak ke Kantor

iklan
KOMPASfemale
KOMPASfemale
Jika Harus Mengajak Anak ke Kantor
Nov 4th 2011, 11:22

KOMPAS.com - Ketika asisten rumah tangga Anda pulang kampung, sementara Anda tinggal berjauhan dengan orangtua Anda, maka tak ada jalan lain untuk menjaga anak kecuali membawanya ke kantor. Dan, hal ini lebih sering menjadi tanggungjawab sang ibu ketimbang ayah. Namun, tenanglah, Anda tak perlu merasa terbebani. Membawa anak ke kantor justru akan memberikan keuntungan tersendiri.

Menurut Paul David Walker, pelatih kepemimpinan dari Fortune 500, sesekali mengajak anak ke kantor merupakan ide yang baik, apalagi jika atasan Anda tak melarangnya. Kehadiran anak tak hanya akan mengubah suasana kantor yang muram menjadi lebih ceria, tetapi juga membangun kultur yang memberdayakan.

"Hal ini bisa membangun rasa simpati dengan anggota tim. Ketika Anda melihat seseorang mengasuh anaknya, dan mereka tampaknya orangtua yang baik, hal ini bisa mengubah cara pandang Anda terhadap mereka sebagai rekan kerja, dan bisa menjadi pengalaman yang positif," ujar Walker, yang juga penulis buku Unleashing Genius: Leading Yourself, Teams and Corporations.

Kunjungan anak yang direncanakan bisa menimbulkan suasana yang menyenangkan. Namun jika Anda mendadak membawa anak ke kantor, rekan kerja atau atasan belum tentu menerimanya secara terbuka. Bayangkan jika tugas Anda hari ini seharusnya menyiapkan presentasi untuk rapat kerja atasan nanti sore, lalu tiba-tiba Anda terpaksa membawa si kecil ke kantor, atasan pasti kurang senang.

Kehadiran anak bisa dianggap mengurangi produktivitas orangtuanya, dan bisa mengacaukan konsentrasi karyawan lain. Suasana kantor yang hening juga kurang disukai anak, sehingga ia bisa menjadi rewel. Namun Bill Gaul, praktisi layanan keuangan, menyaksikan orangtuanya bekerja juga bisa bermanfaat bagi anak.

"Ada seorang pegawai pengembangan sumber daya manusia yang terpaksa membawa anaknya ke kantor karena masalah babysitter. Si anak, yang berusia 10 tahun, menatap ibunya dan berkata, 'Ibu, Ibu ternyata ketua di sini, ya?'" kisah Gaul.

Menurutnya, pemandangan yang baru dilihat anak di kantor ini bisa membuat anak mendapatkan perspektif yang berbeda mengenai orangtuanya. Anak akan mengagumi orangtuanya, dan terinspirasi untuk menjadi seorang pemimpin kelak.

Sebelum Anda membayangkan lebih lanjut bagaimana membentuk anak menjadi pemimpin, berikut yang bisa Anda lakukan ketika akan membawa anak ke kantor:

Beritahukan rencana kedatangan anak. Anda harus menyampaikan kepada rekan kerja dan atasan mengapa Anda membawa anak ke kantor. Jika Anda baru tahu pada menit-menit terakhir harus membawa anak, kirimkan e-mail atau SMS pemberitahuan secepat mungkin.

Siapkan kegiatan untuk anak. Anda bisa membawa mainan, puzzle, buku mewarnai, atau apapun yang bisa membuat anak sibuk dan tidak lekas bosan. Semakin banyak pilihan yang Anda siapkan untuk mereka, lebih baik. Siapkan bekal makanannya, agar Anda tidak repot mencarikan makanan di warung sekitar kantor yang sesuai selera anak. Bawa juga bantal atau selimut andalannya, agar anak lebih mudah tidur jika memang mempunyai jadwal tidur siang.

Pertimbangkan waktunya. Mengajak anak ke kantor saat jam makan siang bisa menyegarkan suasana. Biarkan ia di sana selama sekitar satu jam agar ia bisa melihat kegiatan Anda. Setelah itu, ajak ia pulang. Dengan cara ini anak bisa melihat apa yang dilakukan orangtuanya di kantor, dan sebaliknya membantu Anda merasa bersemangat karena dapat mengawasi anak sambil bekerja.

Pertimbangkan usia anak. Membawa bayi ke kantor mungkin lebih mudah, apalagi jika mereka lebih banyak tidur. Anda bisa bekerja dengan tenang karena mengetahui anak di dalam pengawasan Anda. Namun anak usia 5-8 tahun butuh lebih banyak perhatian, dan lebih sulit dikontrol. Konsentrasi Anda akan lebih banyak terganggu karena mereka meminta ini dan itu.

Berikan selingan. Meskipun Anda sudah membawakan mainan, makanan kesukaan, dan bantal atau selimut kesayangannya, anak tetap akan bosan. Ketika ia sudah menampakkan tanda-tanda jemu, ajak ia jalan-jalan keluar sebentar. Atau ikutlah bermain barang 15 menit supaya anak mendapatkan perhatian penuh dari ibunya lagi.

* Ingin mengetahui problema ibu bekerja, tips gaya dan menjaga kebugaran, baca Lipsus Working Mom.

Sumber: Chicago Tribune

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment