Studi: Kurang Minum Picu Diabetes

iklan
VIVAnews - KOSMO
VIVAnews - KOSMO
Studi: Kurang Minum Picu Diabetes
Nov 4th 2011, 05:38

Jum'at, 4 November 2011, 12:38 WIB

Pipiet Tri Noorastuti

VIVAnews - Mereka yang minum kurang dari dua gelas per hari memiliki potensi mengembangkan gangguan kadar gula dalam darah. Kondisi ini mengarah pada pra-diabetes yang pada akhirnya menempatkan mereka pada risiko diabetes.

Dalam sebuah studi baru, orang dewasa yang hanya minum setengah liter atau sekitar dua gelar per hari lebih mungkin mengembangkan gangguan kadar gula darah pra-diabetes, dibandingkan mereka yang banyak minum.

Temuan tersebut hanya menunjukkan korelasi antara asupan air dalam tubuh dan kadar gula darah. "Tidak membuktikan sebab akibat," kata peneliti senior Lise Bankir, dari lembaga penelitian nasional Perancis INSERM, kepada Reuters, seperti dikutip dari Fox News.

Berdasar penelitian tersebut, hubungan itu terkait dengan produksi hormon vasopressin. Hormon yang juga dikenal sebagai hormon antidiuretik, itu berperan membantu mengatur retensi air di tubuh. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, kadar vasopressin akan meningkat, dan membuat ginjal menghemat air. Namun, kadar vasopressin yang tinggi juga meningkatkan kadar gula darah.

Bankir mengatakan bahwa reseptor vasopressin terdapat di dalam hati, organ yang bertanggung jawab memproduksi gula di tubuh. Sebuah studi menemukan bahwa menyuntikkan vasopressin di tubuh orang sehat dapat memicu lonjakan gula darah seketika.

Penelitian tersebut melibatkan 3.615 orang dewasa di Prancis usia 30 hingga 65 tahun yang memiliki kadar gula darah normal. Sekitar 19 persen terbiasa minum kurang dari setengah liter air setiap hari. Sisanya, minum satu liter atau lebih air setiap hari.

Temuan ini didasarkan pada 3.615 orang dewasa Perancis yang berusia antara 30 dan 65, dan memiliki tingkat gula darah normal pada awal. Sekitar 19 persen mengatakan mereka minum kurang dari setengah liter (17 ons) air setiap hari, sedangkan sisanya minum sampai satu liter atau lebih.

Sembilan tahun selanjutnya, 565 peserta penelitian terdiagnosis mengembangkan kadar gula darah tinggi. Bahkan, 202 lainnya mengembangkan diabetes tipe 2. Mereka yang mengalami gangguan kadar gula darah mayoritas memiliki kebiasaan minum kurang dari setengah liter per hari.

Meski demikian, apakah konsumsi banyak air putih bermanfaat mengurangi risiko gangguan kadar gula darah masih membutuhkan penelitian lanjutan. (umi)

• VIVAnews

Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

' ); $.ajax({ type: "POST", url: "/comment/load/", data: "valIndex=" + a + "&articleId=" + b + "&defaultValue=" + c, success: function(msg){ $("#loadkomen").html(msg); //$(".balasan").hide(); } }) }

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment