Waspadai Keringat Berlebihan

iklan
Sindikasi lifestyle.okezone.com
KapanLagi.com: Woman
Waspadai Keringat Berlebihan
Sep 20th 2011, 02:15

Lifestyle » Fit and Beauty » Waspadai Keringat Berlebihan
Selasa, 20 September 2011 - 09:15 wib

(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)

BERKERINGAT saat cuaca panas adalah hal yang wajar. Tapi bagaimana bila keringat tetap keluar, meski Anda berada di tempat yang dingin? Hati-hati, bisa jadi Anda mengalami hiperhidrosis.

Meski ruangan tidak dalam keadaan panas, tapi bulir-bulir keringat mengalir di tubuh Namira. Wanita berusia 25 tahun ini memang selalu berkeringat, bahkan telapak tangannya pun selalu dalam keadaan basah. Dia jadi teringat ketika masih bersekolah dulu. Wanita berambut panjang ini enggan menunjuk tangan ketika guru mengajukan pertanyaan. Pasalnya, ketiak Namira selalu basah dengan keringat, baju seragam yang dikenakannya pun basah.

"Pokoknya saya malu kalau mengangkat tangan tinggi-tinggi. Jadi, saya tidak banyak bergerak. Bahkan saya sering naruhtisu di ketiak untuk menyerap keringat," ujar wanita yang bekerja di perusahaan periklanan tersebut.

Kalau Anda mempunyai masalah yang sama dengan Namira, kemungkinan besar Anda menderita hiperhidrosis. Ini adalah suatu kondisi di mana seseorang berkeringat secara berlebihan dan tiba-tiba.

Di Amerika Serikat, hampir 8 juta penduduknya diperkirakan menderita hiperhidrosis. Dari jumlah tersebut, hanya 40 persen yang telah berkonsultasi dengan dokter. Sejatinya, keringat mengatur temperatur tubuh dan air di dalam tubuh.

"Kita memang selalu berkeringat, tapi hanya jika berada dalam ruangan atau cuaca yang panas, saat berolahraga, ataupun ketika sedang stres," kata Nowell Solish MD selaku asisten profesor dermatologis di University of Toronto.

Dilanjutkan Nowell, manusia memiliki 2–4 juta kelenjar keringat di sekujur tubuhnya. Terutama di kepala, wajah, ketiak, dan kaki. Kelenjar keringat ini memproduksi keringat yang keluar melalui pori-pori. Fungsinya untuk melindungi tubuh dari keadaan terlalu panas.

"Saat keringat menguap, permukaan kulit menjadi dingin," kata David Pariser MD, profesor di departemen kesehatan dermatologis di Eastern Virginia Medical School in Norfolk, Va, Amerika.

Ada dua tipe hiperhidrosis, yakni primary hyperhidrosis dan secondary hyperhidrosis. Primary hyperhidrosis merupakan keadaan berkeringat berlebih secara alami. Sementara secondary hyperhidrosis adalah keringat berlebih lantaran problem kesehatan ataupun mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Banyak orang yang menderita penyakit ini, berkeringat empat kali lebih banyak dibandingkan orang normal pada umumnya. Penderita hiperhidrosis ini berkeringat ketika tubuh tidak butuh untuk didinginkan. Dengan kata lain, mereka berkeringat bahkan ketika sedang santai dan dalam ruangan yang sejuk sekalipun.

Para peneliti hingga saat ini belum berhasil mengungkapkan penyebab penyakit tersebut. Namun, dokter berkesimpulan bahwa ada pola yang salah antara kelenjar keringat dan otak.

"Tampaknya kelenjar keringat terlalu sensitif pada penderita hiperhidrosis," ujar Nowell.

(SINDO//ftr)
mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment