Konflik Anak-Ibu Picu Kenakalan Remaja?

iklan
Liputan6 Kesehatan
Liputan6 Kesehatan
Konflik Anak-Ibu Picu Kenakalan Remaja?
Sep 2nd 2011, 08:15

Liputan6.com, Oklahoma: Kedekatan ibu dan anak laki-laki berubah seiring pertumbuhan selama masa kanak-kanak hingga remaja. Namun tidak semua perubahan hubungan itu memiliki cara yang sama. Dan dari kedekatan itu, perilaku anak laki-laki ketika remaja bisa terpengaruh.

Dalam penelitian yang muncul di jurnal Child Development, ilmuwan dari Wayne State University, Oklahoma State University, University of Pittsburgh, University of Montreal, dan University of Oregon, meneliti keluarga yang berpenghasilan rendah. Para peneliti melihat 265 pasangan ibu dan anak laki-laki dari keluarga berpenghasilan rendah di Pittsburgh, Pennsylvania, dimulai ketika anak-anak itu berusia 5 tahun dan terus berlanjut sampai remaja, Jumat (2/9).

Pada penelitian tersebut, setiap pasangan dilihat lingkungan keluarganya, hubungan ibu dengan pasangan yang romantis, kualitas pengasuhan yang diberikanibu, dan temperamen anak. Tingkat konflik dan kehangatan antara ibu dan anak juga dinilai. Termasuk perilaku nakal anak laki-laki, hubungan dengan sahabat mereka, dan rasa moralitas selama masa remaja.

Ibu dari anak bertemperamen sulit saat balita dilaporkan memiliki hubungan yang penuh konflik dengan anaknya dan tingkat kedekatannya cenderung rendah. Dan anak-anak yang mengalami banyak konflik dengan ibu mereka cenderung terlibat dengan perilaku nakal saat remaja. Di sisi lain, anak laki-laki yang memiliki hubungan dekat dengan ibu mereka lebih cenderung memiliki hubungan lebih baik dengan sahabat mereka selama masa remaja.

"Hasil ini menunjukkan, untuk berhasilnya adaptasi pada transisi dari masa kanak-kanak dan remaja mungkin memerlukan orangtua dan anak akan mempertahankan kedekatan ke tingkat yang tinggi dengan meminimalkan konflik dalam hubungan mereka," kata Christopher Trentacosta, asisten profesor psikologi di Wayne State University.

"Temuan ini juga memiliki implikasi untuk pencegahan dan intervensi," ujar Trentacosta.

"Program keluarga hendaknya berfokus mengatasi konflik orangtua dan anak jika tujuannya ingin mengurangi perilaku nakal dan harus mendorong kedekatan yang lebih besar antara orangtua dan anak-anak jika tujuannya ingin meningkatkan hubungan dengan teman sebayanya," jelasnya.(60secondParent/MEL)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment