Hormon Rasa Lapar Sebabkan Kegagalan Diet?

iklan
Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
Hormon Rasa Lapar Sebabkan Kegagalan Diet?
Oct 28th 2011, 01:23

TEMPO Interaktif, Jakarta - Bagi Anda yang kelebihan berat badan dan berhasil menurunkannya beberapa kilogram tapi kemudian mengalami kenaikan lagi hanya dalam setahun, boleh menyalahkan hormon rasa lapar Anda. Setidaknya itu yang disimpulkan sebuah penelitian terbaru.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada 27 Oktober di the New England Journal of Medicine, mengungkapkan bahwa para ilmuwan Australia menemukan, orang yang mengalami obesitas atau kelebihan berat  badan dan melakukan diet rendah kalori selama 10 minggu, mengalami perubahan level hormon rasa lapar. 

Setelah diet, sebagian hormon tertentu akan meningkat jumlahnya dan sebagian kecil lainnya menurun. Namun, hampir semua perubahan tersebut mengarah pada upaya untuk mengembalikan berat badan yang hilang.

Para peneliti menggunakan tes darah untuk mengukur kadar sembilan hormon pada awal riset, pada minggu ke-10 ketika program diet berakhir, dan setahun berikutnya.

Menurut Dr. Joseph Proietto, profesor bidang kesehatan di University of Melbourne, level hormon tidak kembali ke level yang sama 12 bulan setelah penurunan berat badan awal. Sebagai contoh, dalam tes lanjutan, salah satu hormon yang disebut ghrelin, stimulator nafsu makan yang diproduksi oleh sel-sel pada lapisan lambung, meningkat setelah berat badan turun dan berlanjut selama riset dilakukan. Namun, level dari hormon leptin, yang menurunkan selera makan,mengalami penurunan.

"Dampak dari temuan ini adalah bahwa mereka yang kehilangan berat badannya harus terus menjaga dan memahami bahwa meskipun  mereka sudah turun berat badannya, tapi pertarungan belum usai," ujar Proietto. Fase pemeliharaan kemungkinan harus terus berlanjut.

Dikatakan Dr. David Heber, Direktur Center for Human Nutrition di University of
California, Los Angeles,  hasil riset terbaru ini mengkonfirmasi temuan sebelumnya.
"Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa ketika  seseorang kehilangan berat badannya maka hormon alami mereka akan mendorong mereka kembali ke berat badan semula, yang ditegaskan oleh penelitian ini," ujar Heber. Alasannya, kata dia, "Kita mengadaptasi dengan baik rasa lapar dan sangat buruk beradaptasi dengan kelebihan makanan."

Ditambahkan Heber, untuk jangka panjang, obat yang menahan rasa lapar bisa digunakan. Tapi perilaku yang terkait dengan kebiasaan makan berlebih harus diatasi. "Kecanduan makanan harus ditangani. Kami menemukan bahwa 50 persen dari orang-orang yang kelebihan berat badan mempunyai masalah dengan kecanduan makanan," cetus Heber.

Heber juga menjelaskan bahwa orang-orang yang kelebihan berat badan tidak perlu dipatahkan semangatnya dengan informasi bahwa hormon berperan besar merusak diet mereka. "Kekuatan ada di tangan Anda untuk mendapatkan tubuh yang sehat dengan berat badan seimbang. Caranya dengan mengkonsumsi makanan sehat dan melakukan olahraga teratur serta diawasi oleh ahli kesehatan," ujar dia.

Tidak ada cara instan untuk menurunkan berat badan. "Tidak ada pil ajaib yang bisa membuat Anda makan yang Anda inginkan dan kemudian kehilangan berat badan. Ide tersebut benar-benar merusak masyarakat," kata Heber.

HEALTH DAY I ARBA'IYAH SATRIANI

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment