Si Dia Fobia Pernikahan?

iklan
KOMPASfemale
KOMPASfemale
Si Dia Fobia Pernikahan?
Aug 26th 2011, 10:57

KOMPAS.com - Dalam bukunya bertajuk She Wants a Ring and I Don't Wanna Change a Thing, James Dauglas Barton bilang, bagi perempuan keputusan menikah adalah intuisi. Sedangkan bagi pria, menikah diibaratkan sebuah teka-teki.

Menurut Dauglas, ketakutan terbesar pria pada pernikahan adalah mereka takut hubungan indah yang terjalin akan rusak karena pernikahan. Selain itu pria takut kebebasan akan terenggut setelah menikah.

Seperti apa pria yang fobia akan pernikahan? kenali tandanya:

1. Menuntut waktu lebih bagi dirinya sendiri.
Saat Anda mengajak si dia meluangkan waktu bersama di akhir pekan, jawabannya singkat saja, Sori, nggak bisa, ada kerjaan. Lagipula bukannya bulan ini kita sudah terlalu sering bertemu?"

Jika ini jawaban pasangan Anda, sebelum menerjemahkan maksud ucapannya, lihat kembali konteks masalah. Kalau Anda punya jadwal bertemu setiap hari dengan si dia, boleh jadi pasangan Anda butuh waktu "bernafas". Meski berpacaran, bukan lantas seluruh waktu harus dihabiskan berduaan bukan?

Namun, perhatikan juga ucapannya yang bisa jadi tak beralasan. Alih-alih terlalu sering bertemu, pada kenyataannya Anda mesti "sikut-sikutan" dengan pekerjaan atau keluarganya. Padahal Anda hanya ingin berduaan sebentar saja. Kalau pasangan cenderung lebih sering menganggap dirinya lajang, dan selalu beralasan untuk berduaan dengan Anda meski sebentar saja, waktunya waspada. Sebaiknya Anda mulai menyusun strategi untuk mundur teratur sebelum terlanjur sakit hati.

2. Merencanakan masa depan seorang diri.
Rencana seorang pria tentang masa depannya menunjukkan prioritas hidupnya. Coba tanyakan apa rencana masa depan si dia. Jika ternyata si dia hanya mengejar ambisi karier dan kepuasan pribadi, maka terimalah kenyataan bahwa pasangan Anda belum siap membagi kehidupannya dengan orang lain.

Pria yang sudah siap memasuki komitmen pernikahan bersedia melibatkan Anda dalam menyusun masa depan. Si dia akan bertanya balik kepada Anda mengenai rencana ke depan, dan kemudian mendiskusikannya berdua. Sementara mereka yang tak siap menikah, cenderung asyik sendirian merancang masa depan tanpa pasangan.

3. Menghindari topik pernikahan.
Tanda paling mudah dikenali dari pria tipe ini adalah menghindari topik pernikahan. Pria yang fobia pernikahan cenderung mengalihkan pembicaraan seputar pernikahan. Meski pun Anda sedang bicara santai seputar pernikahan, si dia menunjukkan tak ingin terlibat dalam pembicaraan.

Jika sudah terpojok dan mau tau mau harus memberikan jawaban, pria yang tak siap berkomitmen akan melontarkan seribu satu alasan. Dan Anda akan dengan mudah mematahkan semua alasan tersebut.

4. Bersikap negatif terhadap pernikahan.
Perhatikan respons si dia saat Anda membicarakan mengenai teman yang segera menikah. Jika jawabannya, "Kasihan sekali, dia kan baru berusia 33 tahun, kok sudah menikah. Aku sih nanti dulu deh".

Komentar seperti ini, apalagi jika sering diucapkannya, menunjukkan ketidaksiapannya beristri. Anda patut bersyukur jika si dia mengungkapkan pendapatnya di depan Anda. Dengan begitu, Anda bisa mengambil keputusan, jika ternyata tak nyaman berlama-lama berhubungan dengan pria yang tak siap menikah. Apalagi jika tujuan Anda berpacaran adalah untuk mencari calon suami dan menikah dalam waktu dekat.

(Chic/Nayu Novita)

Sent from Indosat BlackBerry powered by

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment