Dior Memulai Era Baru

iklan
Sindikasi lifestyle.okezone.com
KapanLagi.com: Woman
Dior Memulai Era Baru
Oct 7th 2011, 03:40

Lifestyle » Trend and Fashion » Dior Memulai Era Baru
Jum'at, 7 Oktober 2011 - 10:40 wib

Dior memulai era baru. (Foto: Google)
Dior memulai era baru. (Foto: Google)

MODEL di pergelaran Dior dengan mengenakan rancangan desainer Bill Gaytten yang menggantikan John Galliano di Paris Fashion Week. Sydney Toledano, CEO Dior, cukup puas dengan presentasi koleksi Gaytten.

Label Dior memulai era baru. Sepeninggal desainernya, John Galliano, yang telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan, kini Dior dipimpin tangan kanan Galliano, Bill Gayten.

Wajah baru dari dua label besar tersebut terlihat di panggung Paris Fashion Week. Kendati para pengamat mode mengatakan koleksi yang dikerjakan tim desainer in-house, yang dipimpin Bill Gaytten, masih termasuk bermain aman, perlahan rumah mode Dior mulai beranjak dari gaya kental sang desainer eksentrik tersebut.

Bahkan,secara keseluruhan, Gaytten bisa dianggap berhasil, mengingat koleksi yang dipertunjukkan di Musee Rodin, Paris, tersebut merupakan koleksi pertama yang tidak mendapat input dari Galliano.

Sydney Toledano, CEO Dior, cukup puas dengan presentasi Gaytten. Saat ditemui pihak media, Toledano mengatakan koleksi tersebut menjadi representasi sekaligus pengingat bagi konsumen bahwa yang menjadi inti dari Dior adalah busana-busana memikat dan bukan skandal. Gaytten berusaha menghadirkan elemen-elemen yang menjadi DNA brand.

"Saya menggali inspirasi dari arsip-arsip lama Dior," sebut Gaytten, yang kemudian menerjemahkannya menjadi koleksi yang kental dengan sentuhan klasik, cerminan Miss Dior masa lalu.

Gaytten pun berhasil memancing pujian. Desainer yang juga berasal dari Inggris tersebut membawa tradisi Dior dalam kemasan baru.

"Koleksi yang dihadirkan Gaytten memiliki grafis yang sangat artistik," puji editor mode Fashion Wire Daily, Goodfrey Deeny.

Lebih lanjut, Deeny menyimpulkan, kendati pertunjukan tersebut  "kekurangan" sisi dramatis dan imajinasi liar ala Galliano, Gaytten bisa dianggap cukup sukses.

"Plus dengan mengambil pendekatan modernist, Gaytten membawa angin segar dalam rumah mode Dior," kata Deeny.

Kendati terbilang berhasil, banyak pihak yang masih merasa Gaytten terlalu bermain aman.

"Terlalu jinak," ujar Jess Cartner-Morley dari Guardian.

"Dior perlu menemukan sisi liarnya," kata Cartner-Morley. Menjadi penanggung jawab bidang kreatif label besar, bukanlah beban yang ringan,dan Gaytten mengerti hal itu.

Kontras dengan Galliano yang menyambut media serta aplaus penonton dengan tangan terbuka dan senyum terkembang, Gaytten, yang didapuk menjadi kepala tim desain Dior dan label John Galliano,hanya mengumbar senyum simpul dan melambaikan tangan di akhir pertunjukan.

Sementara saat pertunjukan koleksi couture, Juli lalu, Gaytten tidak tampil solo di atas panggung, melainkan membawa sejumlah artisan naik bersamanya untuk menerima tepuk tangan.

Tampilnya para artisan di pengujung catwalk Dior menjadi cerminan bahwa popularitas label besar tersebut tidak hanya dibangun berkat satu nama.

Hal yang membuat Dior tetap optimistis meski belum memiliki nakhoda baru. Toledano mengatakan bahwa direktur kreatif bukanlah faktor yang paling penting dalam sebuah label.

"Perlu, tapi bukan unsur yang paling penting," imbuhnya.

"Banyak sekolah mode yang melahirkan desainer, tapi justru yang kita harus lindungi dan pertahankan adalah orang-orang teknik dan para artisan, karena justru merekalah yang membuat sebuah label bertahan," ujarnya.

Pendapat Toledano didukung Bernard Arnault, bos LVMH, pemilik Dior yang menganalogikan saat ini Dior bagaikan orkestra tanpa konduktor.

"Saya pikir saat ini Dior bisa disejajarkan dengan Vienna Philharmonic," ujar Arnault.

"Dari waktu ke waktu Vienna Philharmonic tampil memikat tanpa konduktor karena tim mereka begitu solid. Namun, itu tidak bisa bertahan selamanya. Dior pun begitu, saat ini kami bisa tampil baik tanpa direktur kreatif karena kami membutuhkan waktu untuk mencari konduktor yang terbaik," sambungnya.

Meskipun pihak Dior tetap tutup mulut mengenai pengganti Galliano, rumor dan spekulasi terus berkembang di luaran.

Kabar terakhir ,pekerjaan bergengsi tersebut akan jatuh ke tangan Marc Jacobs, yang sekarang menjadi direktur kreatif Louis Vuitton. Kandidat lain adalah Alexander Wang dan desainer edgy asal London, Erdem Moragliu.

Untuk musim semi dan musim panas 2012 ,Gaytten mengambil inspirasi dari glamorama bintang Hollywood masa lalu dan menyebutnya sebagai "Galliano Gal", namun bagi beberapa editor mode, cantik saja tidak cukup.

"Koleksi Galliano terkenal karena gaya teatrikalnya, sisi yang kini hilang," tutup Cartner-Morley.

(SINDO//nsa)
mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment