2025, Indonesia Pusat Mode Dunia

iklan
Sindikasi lifestyle.okezone.com
KapanLagi.com: Woman
2025, Indonesia Pusat Mode Dunia
Feb 23rd 2012, 04:15

AJANG Indonesia Fashion Week (IFW) memosisikan diri sebagai gerbang mode menuju Indonesia sebagai kiblat mode dunia pada tahun 2025 mendatang.
 
Hal tersebut diungkapkan Direktur IFW 2012 Dina Midiani di konferensi pers "Colorful Indonesia dalam Perspektif Fashion menuju Nation Branding"di Gedung Kementerian Perindustrian, beberapa waktu lalu. Dina mengatakan,untuk menuju Indonesia sebagai pusat mode dunia,diperlukan beberapa tahap.
 
"Tahap pertama adalah merebut pasar domestik dengan membuat konsumen Indonesia tidak hanya mencintai produk dalam negeri,juga membeli dan menggunakannya,"ujar Dina,yang menambahkan bahwa tahap pertama tersebut membutuhkan waktu 3 tahun.
 
"Selama tiga tahun pertama, dari 2012 - 2014,IFWbertujuan mengubah persepsi masyarakat Indonesia untuk membeli dan menggunakan produk dalam negeri bahwa kita bisa keren dengan lokal konten," sambungnya.
 
Dari situ,tahap kedua IFW adalah merebut pasar Asia pada tahun 2018 dan selanjutnya pasar dunia pada tahun 2025.Namun, tentu saja, ambisi IFW merebut pasar dunia bukan merupakan kerja solo Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) yang menjadi penyelenggara, melainkan membutuhkan sinergi dan kerja sama banyak pihak.
 
Oleh karena itu, APPMI menggandeng empat kementerian untuk memersiapkan Indonesia sebagai pusat mode dunia pada tahun 2025. Adapun empat kementerian yang telah menyatakan dukungannya terhadap IFW 2012 adalah Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kementerian Perdagangan menyatakan dukungannya dengan membantu dalam hal distribusi pasar, pembentukan lembaga bisnis, pelatihan pembinaan ekspor menjadi produsen eksportir.
 
Kementrian Perindustrian mendukung lewat standardisasi produk dan pelatihan sumber daya manusia. Kementrian Koperasi dan UKM mendukung melalui penyediaan bahan baku dan pembinaan pelatihan kewirausahaan. Sementara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membantu dalam hal memfasilitasi penciptaan tren konten lokal untuk inspirasi global, sosialisasi tren, dan brand positioning produk lokal di dunia. Menteri Perindustrian MS Hidayat yang juga hadir dalam konferensi pers mengatakan, IFW bisa menjadi ajang promosi untuk produk mode Indonesia menuju pasar global.
 
"Seperti yang dikatakan Ibu Dina, langkah awal kita menuju ke sana adalah dengan merebut pasar lokal,"ujarnya.Menurut MS Hidayat, mindset konsumen dalam negeri harus diubah.
 
"Saat ini konsumen dalam negeri masih terikat pola pikir bahwa produk impor lebih bergengsi,"katanya. Padahal, celah pasar di kelas menengah Indonesia sangat besar.Survei Bank Indonesia menyebutkan, sepanjang 2010 total belanja masyarakat kelas menengah terhadap produk mode mencakup Rp113,4 triliun.
 
Sementara, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan,potensi Indonesia untuk menjadi pusat mode dunia pada masa depan cukup besar. "Saat ini kontribusi mode hanya 0,5% dari pendapatan domestik bruto dan 2,5% dari nilai total ekspor, tapi saya yakin dengan adanya eksponensialitas dalam pertumbuhan fashion,kontribusi fashionbisa meningkat 9 kali lipat," sebut Gita yang berharap "the next Prada" bisa datang dari Indonesia.
 
Adapun Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengatakan, jumlah wisatawan asing yang diperkirakan mencapai 8 juta orang pada 2012 merupakan potensi besar untuk memperkenalkan produk-produk buatan Indonesia.
 
"Kita bisa memanfaatkan potensi ini dan mengajak mereka untuk mengunjungi IFW 2012,"kata Sapta.
(tty)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment