Menikah dengan Gaun Pengantin Batik

iklan
Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
Tempointeraktif.com - Gaya Hidup
Menikah dengan Gaun Pengantin Batik
Feb 23rd 2012, 08:47

Kamis, 23 Februari 2012 | 14:21 WIB

TEMPO.CO, Jakarta-Bagi masyarakat umum, gaun pernikahan modern yang dikenal biasanya berwarna putih. Tanpa memiliki motif, gaun ini cenderung menggunakan manik-manik, bordir, atau payet di permukaannya.

Konsep gaun pengantin yang itu-itu saja membuat desainer muda Ristya Stefanie memunculkan sesuatu yang berbeda. Ristya menciptakan gaun pernikahan berkonsep batik. Bukan kain batik sebagai bawahan atau sarung untuk paduan kebaya pernikahan yang ditawarkan Ristya, melainkan kain batik yang disulap menjadi gaun pengantin.

Di gaun itu, dia juga tidak hanya mengaplikasikan batik pada sebagian permukaan saja. Dari sisi atas gaun, rok, sampai ke buntutnya, Ristya menggunakan kain batik. "Kain batik itu milik Indonesia, kenapa orang Indonesia tidak menggunakan batik di hari spesialnya," kata Ristya, Rabu, 22 Februari 2012.

Biar tidak melulu warna putih, Ristya pun berani bermain warna. Dari tujuh gaun pernikahan ala batik yang diciptakannya, hampir semua bernuansa jauh dari putih. Seperti biru, hijau, marun, dan emas. "Ada satu gaun yang tetap putih tapi bagian roknya disisipkan kain batik," ujarnya.

Agar bentuk gaun pernikahan batik layaknya gaun modern, perempuan 25 tahun itu tidak menggunakan batik tulis atau kain katun. Yang dia pakai adalah batik cap di atas kain sutra atau satin. Kenapa menggunakan batik cap? "Kalau batik tulis, kainnya lebih kaku. Jadi bentuk gaun tidak bisa jatuh seperti gaun pernikahan modern," ujarnya.

Ristya tidak membeli material batiknya di pasar kain biasa. Dia memiliki sejumlah perajin batik yang dapat melayani pesanan motif dan warna sesuai pilihannya. Karena itu, batik Ristya tidak mempunyai kembaran di pasaran batik.

Paling bingung, kata Ristya, kalau ada yang memesan warna kain yang aneh-aneh seperti baby pink. "Warna itu tidak bisa didapat, karena satu kain batik itu dicelupin berbagai warna, susah," ujarnya.

Konsep gaun pengantin batik ini telah populer di masyarakat Surabaya dan Yogyakarta. Kini Ristya mencoba merambah ke pasar Jakarta. Untuk sebuah gaun pengantin, Ristya melepaskannya dengan harga sewa sekitar Rp 10 juta dan Rp 30 juta jika memesan secara khusus.

Meski berkonsep modern, gaun buatannya bisa dipadankan dengan konde Jawa yang menggunakan rias paes atau jilbab. "Gaun memang modern, tapi karena batik jadi bisa tetap tradisional," ujarnya.

CORNILA DESYANA

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment