Energi Segar dalam Keindahan Busana Muslim

iklan
Sindikasi lifestyle.okezone.com
KapanLagi.com: Woman
Energi Segar dalam Keindahan Busana Muslim
Feb 24th 2012, 07:38

HAMPARAN busana muslim dengan berbagai cutting tersaji indah dalam panggung Indonesia Fashion Week 2012. Taburan warna-warni dalam padu padan busana kian menambah kesegaran mode busana muslim.

 
Memasuki hari kedua, pergelaran Indonesia Fashion Week (IFW) masih diramaikan dengan busana muslim yang menjadi pembuka show. Parade ini menampilkan 14 desainer yang beradu bakat menyajikan variasi busana muslim dengan kesegaran warna dan cutting.
 
Tuty Adib, misalnya. Dengan tema "Romantic Flowers", Tuty memamerkan koleksi penuh dengan romantisme. Sentuhan warna-warna lembut seperti pastel, dusty yang terinspirasi dari gaya Romawi dengan indah membalut busana yang dipamerkannya.
Koleksi Tuty kian memukau dengan aksen detail seperti tempelan brokat, lilitan, kerut, hingga batuan kristal yang menambah sisi romantis busananya.
 
Ada lagi Dian Pelangi yang tak kalah apik memamerkan koleksinya. Dengan mengangkat tema "Africana Lady", busana koleksinya tampak begitu indah dan modern. Dian memadukan kain tradisional Indonesia berupa padu padan sarung dengan coat dan turban. Inspirasi Afrika dituangkannya dengan penggunaan warna-warna khas Afrika seperti cokelat, merah, dan gold dalam motif tribal.
 
Adu kreasi kain negeri juga tampak pada desainer lainnya seperti Nuniek Mawardi yang mengusung tema "Ethbic Traveller". Nuniek dengan lincah mengolah kain tenun badui sebagai material koleksinya. Suku badui yang kukuh memertahankan adat istiadatnya dikemas Nuniek lewat sajian busana yang etnik namun berkemas modern.
Sesuai dengan tema, Nuniek mengemas busana yang chic namun tetap trendi digunakan. Potongan celana dan dress terusan dipadukan dengan celana rajut, stoking dan rok. Tenun badui yang mencirikan suku pedalaman itu ditorehkan dalam aplikasi pemanis di bagian dada, kerudung, hingga coat.
 
Secara keseluruhan, tampilan busana sederet desainer lainnya seperti Ida Leman, Hennie Noer, Merry Pramono, Lia Afif, Ade Listiani, Adhy dan Alie, Ina Priyono, Misan, dan Yuyuk Nurmaisyah sangat manis dan elegan. Dari pembuka hingga penutup, para desainer berusaha menyuguhkan busana yang bercita rasa internasional namun bermaterial lokal. Sebuah modal penting yang diperlukan untuk membawa desain Indonesia kian dikenal di pentas global.
(tty)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment