Peralatan Tak Steril Hantui Ruang Operasi

iklan
VIVAnews - KOSMO
VIVAnews - KOSMO
Peralatan Tak Steril Hantui Ruang Operasi
Feb 23rd 2012, 07:15

Kamis, 23 Februari 2012, 14:15 WIB

Pipiet Tri Noorastuti

VIVAnews - John Harrison sudah membayangkan kembali sehat dalam hitungan enam minggu, pascaoperasi otot bahu di sebuah rumah sakit di Texas. Dua minggu terlewat, tapi belum ada tanda-tanda kondisinya membaik. Area di sekitar sayatan operasi malah membengkak kronis.

Harrison sadar lukanya infeksi. Ia tak bisa menutupi keterkejutannya saat dokter terang-terangan mengatakan bahwa lukanya terinfeksi bakteri mematikan yang disebut P aeruginosa. Bakteri itu masuk saat operasi.

Horrison rupanya bukan satu-satunya korban kelalaian prosedur operasi. Ada enam pasien lainnya yang juga tertular infeksi bakteri mematikan saat menjalani bedah di rumah sakit yang sama.

Kasus yang terjadi pada 2009 itu membuat rumah sakit menutup ruang operasi selama dua minggu. Investigasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menemukan kontaminasi bakteri di sebuah alat pencukur arthroscopic. Entah bagaimana bakteri itu bisa lolos proses sterilisasi.

Peristiwa itu memunculkan kritik di dunia medis. Penelitian lebih luas pun dilakukan di rumah sakit lain. Hasilnya mengejutkan. Sejumlah rumah sakit terbukti menggunakan perangkat bedah tak steril yang memicu wabah infeksi. Mayoritas terkontaminasi darah dan kotoran lain dari operasi sebelumnya.

Sharon Greene-Golden, kepala sterilisasi di Bon Secours Mary Immaculate Hospital, mengatakan bahwa sterilisasi peralatan bedah seharusnya dilakukan teknisi terampil dan bersertifikat. "Ini pekerjaan yang tidak dapat diberikan kepada robot karena robot tidak memiliki pemikiran kritis untuk mengatakan ini masih kotor," katanya kepada NBC News.

Kasus itu masih menjadi perdebatan di kalangan pengawas medis di Amerika Serikat. Mereka tentu tak ingin kasus yang dialami Horrison terulang. Tindakan bedah yang seharusnya mengembalikan kualitas hidupnya justru memicu tujuh operasi lain yang berujung cacat seumur hidup. "Kesalahan ini mengubah hidup saya," kata pria 63 tahun itu.

• VIVAnews

Seharusnya ada bagian yang membawahi sterilisasi alat-alat medis sehingga peristiwa yang dialami John Harrison dapat dicegah seminimal mungkin tanpa cela

Balas   • Laporkan

Kirim Komentar

Anda harus Login untuk mengirimkan komentar

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment