Diabetes incar anak-anak

iklan
ANTARA News - Nasional - Kesehatan
ANTARA News - Nasional - Kesehatan
Diabetes incar anak-anak
Feb 23rd 2012, 15:14

ilustrasi obesitas (flickr/colros)

Kelompok usia muda sangat rentan terhadap beban karbohidrat yang tinggi, yang menyebabkan meningkatkan kadar gula darah dan memicu diabetes tipe 2,"

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Diabetes tipe 2 dapat menyerang anak-anak dan remaja selain orang tua.

"Saat ini banyak anak-anak, terutama remaja yang terserang diabetes tipe 2," ujar Prof. dr. Jose Rizal Latief Batubara, SpA(k), PhD. pada sebuah media edukasi di Jakarta, pada Kamis.

Pemicunya menurut Jose adalah  gaya hidup dan pola makan yang serba instan dan bergula. Anak-anak yang banyak makan  makanan dengan kadar glikemik tinggi cenderung memiliki nafsu makan yang tinggi. Pertambahan berat badan mereka juga tidak sehat.

Kelebihan gula ini juga dapat mengganggu kualitas tidur sehingga mempengaruhi proses belajar dan perkembangan emosi.

Prof. Jose yang merupakan Guru Besar Endokrin Anak FKUI/RSCM, mengatakan  penyebab diabetes melitus bukan hanya karena faktor genetik atau keturunan.

"Kelompok usia muda sangat rentan terhadap beban karbohidrat yang tinggi, yang menyebabkan meningkatkan kadar gula darah dan memicu diabetes tipe 2," ujar Prof. Jose.

Gejala penyakit diabetes tipe 2 pada anak, tidak berbeda dengan gejala yang diderita oleh orang dewasa, seperti mudah haus, cepat lelah, mudah lapar, dan sering buang air kecil dan berkeringat.

"Luka yang lama kering atau sembuh juga merupakan salah satu gejala, namun itu tidak menjadi acuannya," kata Prof. Jose.

DR. dr. Fiastuti Witjaksono, Msc, MS, Sp.GK dari Departemen ilmu Gizi FKUI, yang turut hadir dalam media edukasi itu, mengatakan bahwa diet dengan mengurangi karbohidrat dan memperbanyak serat dan makanan dengan index glikemik rendah, dapat dilakukan untuk mencegah atau menekan efek negatif dari penyakit diabetes tipe 2.

"Susu yang mengandung gula tambahan seperti sukrosa dapat mengurangi nilai gizi susu dan kecenderungan kelebihan glikemia dan insulin," ujar dr. Fiastuti.

(M048)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment