Studi: Plastik Pemicu Obesitas dan Diabetes

iklan
VIVAnews - KOSMO
VIVAnews - KOSMO
Studi: Plastik Pemicu Obesitas dan Diabetes
Feb 17th 2012, 05:13

VIVAnews - Makanan cepat saji dan gaya hidup tak sehat sering disalahkan sebagai penyebab obesitas dan diabetes. Namun, ada penyebab lain yang lebih umum tetapi tersembunyi selama ini.

Sebuah bahan kimia yang banyak digunakan dalam plastik dan pembungkus makanan, Bisphenol A (BPA), dikaitkan dengan risiko kanker. Ternyata, zat ini dapat mempengaruhi kenaikan berat badan dan diabetes.

Para peneliti menunjukkan, bahkan dosis kecil bahan kimia dapat memicu reaksi dalam tubuh yang mengacak sinyal hormon.

Sebuah laporan yang terbit di jurnal PLoS ONE menunjukkan bahan kimia BPA yang merupakan bahan pupuk, kertas, hingga plastik untuk botol air dapat menipu tubuh agar mencipta lebih banyak lemak.

Selain itu, BPA juga meningkatkan produksi insulin, hormon yang mengatur lemak dan karbohidrat dalam tubuh. Apabila tubuh memproduksi insulin terlalu banyak, tubuh akan menjadi kebal. Dampaknya akan meningkatkan berat badan serta penyakit diabetes tipe 2.

Angel Nadal, seorang ahli BPA di Universitas Miguel Hernendez di Spanyol mengatakan, "Makan sesuatu yang mengandung BPA seperti meminta tubuh makan lebih daripada yang dibutuhkan," katanya seperti dikutip Daily Mail.
 
Tim Nadal menemukan bahwa seperempat dari satu miliar gram BPA cukup memicu kekacauan hormon dalam tubuh.

Berbagai studi juga menghubungkan BPA dengan penyakit kanker prostat dan payudara. Sedangkan penelitian lain menyebut BPA memengaruhi fungsi otak pada tikus laboratorium. Studi 2009 pada pekerja pabrik di China memperlihatkan mereka yang bekerja di pabrik BPA empat kali lipat melaporkan disfungsi ereksi dan gairah seksual berkurang dibandingkan pekerja tanpa paparan BPA tinggi.

Dari studinya pula Nadal memperkirakan bahwa 90 persen orang di seluruh dunia memiliki kadar BPA yang lebih tinggi daripada ambang batas. Ini dikarenakan penggunaan BPA saat sangat luas, mulai dari kertas toilet, kertas supermarket hingga kantong plastik.

Meski industri mengatakan bahwa BPA aman bagi kesehatan,  Nadal menegaskan paparan BPA sangat berbahaya, terutama pada wanita hamil dan janin. "Janin tidak hanya terpapar BPA tapi juga tingkat insulin tinggi ibu membuat lingkungan janin tak sehat."

• VIVAnews

Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Kirim Komentar

Anda harus Login untuk mengirimkan komentar

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment